Kamis, 18 Oktober 2012

Andai Aku Menjadi Ketua KPK

"ANDAI AKU MENJADI KETUA KPK"
Hmm.. Berandai-andai jadi pemimpin pemberantas salah satu penyakit yang sudah akut di negara Indonesia tercinta ini...yaitu Korupsi..

Yang akan saya lakukan apabila menjadi ketua KPK:

1. Perekrutan Penyidik
Hari pertama saya menjajakan kaki di Kantor KPK, saya akan mulai langsung bekerja untuk mensortir semua para penyidik yang berkompeten dan mampu untuk bekerja secara maksimal memerangi korupsi bersama saya. Lalu setelah nama-nama penyidik pilihan yang saya dapatkan itu kemudian saya rekrut dan diberi nama "TIM KPK SAPU JAGAT". Kenapa dengan embel-embel "SAPU JAGAT"? Karena saya harapkan ke depannya, Tim ini bisa memerangi dan memberantas Korupsi yang ada di Indonesia sampai pada akar-akarnya (Ibaratnya sebuah Sapu yang mampu menyapu semua kotoran yang ada). Tim ini juga harus mampu bergerak cepat dan tidak pandang bulu dalam mengurusi dan memberantas masalah korupsi, dari semua golongan yang ada, baik itu institusi, pejabat dan pemimpin negara sekalipun. Semua kasus korupsi akan diusut tuntas secara transparansi dan di meja hijaukan!

2. Visi dan misi KPK
Setelah tim pemberantas Korupsi terbentuk, Tentunya KPK juga harus memiliki Visi dan Misi yang jelas untuk ke depannya. KPK dibawah kepemimpinan saya akan memiliki visi yang jauh ke depan dengan tujuan yang konkrit dan bersifat transparansi. Saya sebagai ketua KPK harus bisa mengemban misi besar yang dipercayakan masyarakat Indonesia kepada saya yaitu memberantas Korupsi yang menyengsarakan rakyat dengan tempo waktu yang secepatnya dan tidak hanya memberikan janji-janji yang tak bisa diwujudkan.

3. Sistem penanggulangan yang diterapkan dan dijalankan
Dengan memiliki Tim yang kompeten, kemudian visi dan misi yang jelas, saya akan mulai merancang suatu sistem yang akan dipakai untuk menanggulangi permasalahan Korupsi tersebut. Bicara soal Korupsi, tidak luput dari individu manusia itu sendiri. Seseorang melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri secara intelektual dan adanya kesempatan untuk melakukan hal tersebut terbuka lebar, oleh karena itu Koruptor-koruptor di negeri ini seakan tak pernah habis dan jera walau sudah terbukti bersalah di mata hukum. Nah, kalau hukum saja tidak mampu menjerat para koruptor, jadi harus pakai cara apalagi? Disini Sistim yang akan saya pakai adalah suatu sistim yang mumpuni untuk memberikan efek jera pada para koruptor. Para koruptor yang tertangkap akan diinterogasi 24 jam, disidangkan dan tuntutannya adalah hukuman seumur hidup tanpa adanya pengurangan masa tahanan, diasingkan ke tempat terpencil dan sulit dijangkau atau kalau perlu sampai diberikan hukuman mati. Kemudian harta kekayaan hasil korupsi tersebut disita dan tidak boleh dipergunakan pihak manapun. Ini perlu dilakukan untuk sebagai peringatan kepada para pelaku korupsi tersebut, walau tak dipungkiri tindakan ini memang akan terbentur dengan masalah Hak Asasi Manusia, tapi saya rasa efek ini akan membawa dampak yang besar bagi orang-orang yang akan melakukan praktik korupsi.

4. Penyuluhan dan sosialisasi
Dengan adanya sistem penanggulangan korupsi yang tepat sasaran, saya selaku ketua KPK bersama tim saya akan melakukan penyuluhan melalui berbagai media seperti televisi, surat kabar, internet dan sosialisasi langsung kepada masyarakat akan dampak buruk daripada praktik korupsi. Dengan informasi dan pengetahuan benar akan apa itu korupsi, diharapkan KPK, aparat penegak hukum dan masyarakat bisa menjalin kerjasama yang baik untuk memberantas tindak-tindak korupsi yang terjadi di Indonesia, baik dari tingkat korupsi kecil sampai tingkat korupsi besar.

Keempat hal diatas mungkin hanya garis besar daripada tindak penanggulangan korupsi, masi banyak hal-hal detil lain didalamnya, tapi setidaknya hal itulah yang menjadi prioritas utama saya jika menjadi Ketua KPK.