Rabu, 13 Mei 2009
No Body Is Perfect
Kata-kata itu selalu tergiang-ngiang di otak gue disaat gue lagi menghadapi berbagai cobaan, pengharapan yang pupus dan ketidak-adilan dalam hidup gue. Disaat gue down, mungkin otak gue ga bisa bekerja dengan semestinya karena terbawa letupan emosi dalam diri.
Kadang secara ga sadar, kita selalu nge-judge people seperti ini seperti itu, padahal diri kita sendiri belom tentu benerr. "Jangan menampar jika tak ingin ditampar"
Menurut gue, Intropeksi atas diri itu emang perlu, tapi ga malah bikin kredibilitas buat diri kita sendiri dan menjadikan seakan-akan kita terlahir kembali menjadi sesuatu yang sempurna.
Sejauh mana lo bisa menanggapi segala hal yang terjadi dalam hidup lo, baik itu dari sisi positif dan negatif serta bagaimana lo bisa menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan semua hal yang terjadi dalam hidup lo itu adalah bagian yang terpenting dalam proses menuju suatu kedewasaan dalam hidup.
Gue bisa memberikan masukan dan saran kepada orang lain, tapi gue juga ga muna kalo gue butuh orang lain untuk membuat gue menjadi manusia yang lebih baik lagi. Sebagai manusia, sudah kodratnya untuk saling mengisi dan saling membutuhkan antara satu sama lain.
Musuh terbesar dalam diri kita adalah Ego. Jika kita bisa mengendalikan Ego kita dan mampu untuk berpikir secara jernih di saat kita terbawa oleh suasana emosi dalam hati, maka semuanya akan terasa begitu ringan dan gue yakin apapun masalah yang dihadapi akan terselesaikan dengan baik.
Jadi. Gue, elo, kita semua sama...
"No Body is Perfect", ah betapa berartinya kata-kata itu untuk direnungkan...
Kamis, 07 Mei 2009
KoMik AnCur Gue
Oh ya g masukin jg di forum kaskus niy...
Cek this thread ya ama komen2ny
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1904973
TUKANG BAJAY GOKIL SAVE MY LIFE!
Senin, 04 Mei 2009
Tipe-tipe Penonton Film
ada kebiasaan para pengunjung bioskop yang berbeda-beda lho(Mukanya n bentuk fisik seh dah jelas pada beda karena bukan kloningan kaya pilem Matrix)
Terlepas dari bagus jeleknya pelem yang ditonton tergantung juga ama yang nonton, hehe...
Nih, tipe-tipe penonton pilem yang ada di bioskop, simak nyok...
1. Penonton Cari Perhatian
Tak bisa dipungkiri sejak jaman doeloe kebiasaan nonton di bioskop merupakan ajang sosialisasi dengan teman-teman dan sanak saudara. Seen and to be seen.. Tak heran jika ada orang yang tampil maksimal dengan penampilan super duper wah saat pergi nonton di bioskop. Kalau bukan dengan busana yang bermerek yang muahal, dandanan norak plus menor atau aroma tubuh nan wangi 7 rupa. Tujuh kali tujuh sama dengan empat sembilan. Setuju tidak setuju yang penting penampilan. Kadang juga suka bawa TOA dan berteriak "PERHATIAN! PERHATIAN! LIHAT GUE DONK!"
2. Penonton Piknik
Siapa yang tidak sepakat jika bioskop adalah tempat rekreasi n tamasya? Terutama jika sedang ada pemutaran film anak-anak, banyak orangtua yang memboyong anak-anaknya yang seperti kesebelasan nonton bersama. Sambil baris berbaris masuk ke bioskop, tak lupa bawa botol aer, cemilan dan juga lalapan buat dinikmati pada saat nonton pelem.(Mungkin juga tiker buat jaga-jaga kalau tempat duduk kurang)
3. Penonton Pacaran
Terserah mau dengan lain jenis ataupun sejenis(Maho). Bagi mereka yang berusia remaja, nonton bioskop adalah alasan ampuh untuk pergi dari rumah. Biasanya Penonton tipe ini suka memilih bangku yang di pojokan atau yang paling atas, begitu lampu dimatikan dan pelem dimulai, mereka mulai beraksi juga. Bukan masalah pula, mau kelas atas atau kelas kambing, kelas AC atau kelas kipas angin. Yang penting sama-sama gelap untuk bisa kencan, Pelem yang ditonton juga terkadang tak penting ceritanya. Taglinenya: film main, penonton main.
4. Penonton Pembajak
Tipe ini termasuk yang muncul belakangan seiring maraknya pelem bajakan. Teknologi baru melahirkan tipe penonton jenis ini. Dengan seperangkat kamera video mini, penonton pembajak merekam film dari awal sampai akhir. Maka tak heran, jika anda membeli VCD atau DVD bajakan berkualitas buruk, acapkali gambarnya goyang dan terdengar suara penonton ataupun bayangan tubuh penonton yang sedang melintas. Tentu saja tidak untuk ditiru, secara harga karcis bioskop jaringan 21 sudah terjangkau, paling murah kira-kira seharga dua mangkok mie ayam deh!
5. Penonton Spoiler
”Nanti habis ini jagoannya ditembak, eh malah kena temannya”.
"Setelah cewek ini lewat, setannya nongol di belakang kaca itu.."
Kalimat-kalimat kek gini tentu saja sangat mengganggu kenikmatan saat menonton film. Maklumlah, umumnya penonton datang ke bioskop untuk mengetahui jalan cerita film secara utuh. Karena endingnya sudah diketahui oleh penonton tipe ini, maka dia gak nahan buat nyerocos cerita soal endingnya ke penonton sebelahnya. Biasanya penonton spoiler ini mereka yang sudah nonton film sebelumnya ampe hafal dari awal ampe akhir ceritanya.
6. Penonton Kritikus Film
Kritikus film atau kritikus bukan ini-atau itu atau wartawan film terserah. Merekalah yang biasanya sibuk sendiri saat film diputar. Dengan bantuan penerangan dari ponsel mereka mencatat bagian-bagian yang dianggap penting dari film yang mereka tonton. Namun kini peran ponsel itu sudah tergantikan dengan perangkat gadget yang lebih canggih, entah PDA, communicator atau blackberry. Jadi setelah mereka mencatat hal-hal yang penting langsung dimuat di forum, surat kabar atau blog pribadi.
7. Penonton Ponsel
Penggunaan ponsel marak sejak satu dekade silam, tepatnya akhir 1990-an. Ketika masih jarang pemiliknya, wajar saja jika dia bersikap pamer dengan bicara keras-keras saat menjawab telepon, tapi hari gini?
"YA! YA! BOLEH LAH YOU KONTAK I NANTI, I LAGI NONTON DULU YA!"
(pengen rasanya ngambil sendal nimpukin orang yang norak teriak-teriak di bioskop kaya gini)
Sekalipun saat nonton di bioskop. Ternyata, perilaku kampungan ini masih juga belum hilang sama sekali. Sekalipun sudah dibuatkan himbauan larangan penggunaan ponsel saat film diputar, masih banyak nyengir kuda aja plus cuek bebek teleponan disaat pelem lagi berlangsung.(kadang yang diomongin di telepon gak penting)
8. Penonton Tidur
Tipe penonton ini terbagi lagi atas ada dua macam. Pertama, sang penonton yang sudah kelelahan entah abis ngapain tapi maksa nonton hingga jatuh terlelap plus ngorok. Kedua, film yang ditonton bikin boring(bosan) hingga lebih baik tidur daripada maksa mata buat melotot nonton. Atau kata lainnya film itu dibuat khusus untuk mereka yang sulit tidur atau insomnia.
Ada juga yang film belum dimulai dan masih terdengar nada lagu tunggu pemutaran, sudah tidur.
9. Penonton Telmi
”Kok jagoannya mati? Kemana musuhnya tadi?” Jika pertanyaan macam ini datang dari penonton sebelah kita ini namanya malapetaka. Masih mending jika dia yang membayari karcis untuk nonton filmnya. Kata telmi alias telat mikir, bisa juga dari bahasa Inggris tell me, atau ceritain lagi dong. Tentu saja sungguh bikin repot dan mengurangi kenikmatan nonton.(Mening kalo ketemu yang kayak gini, lo kasih minum gibolan(obat yang meningkatkan daya pikir) dulu sebelon nonton)
10. Penonton Perfeksionis
Konon penonton macam ini sungguh mengerti seluk-beluk film. Ciri-cirinya: selalu memelototi layar yang ada di depan matanya. Dia akan protes jika gambarnya tidak fokus, teks terjemahan yang kurang pas atau goyang-goyang, apalagi jika film yang putus di tengah jalan(Maaf kesalahan teknis, bla..bla..bla). Nah, jika ada yang teriak-teriak saat terjadi kondisi yang disebut belakangan boleh juga termasuk penonton perfeksionis.
Biasanya penonton Perfeksionis ini akan memilih duduk di bagian depan karena bisa melototin semuanya dengan jelas dan dengan ejaan yang benar serta disempurnakan.(Guru bahasa kali yeh???)
11. Penonton Tegang
Penonton macem ini biasanya ini menonton dengan penuh antusias, sekalipun pelemnya itu komedi, dia akan bersikap serius dan tegang. Pengakuan penonton tipe ini, pada saat dia nonton serasa masuk ke dalam dunia pelem itu sendiri dan berperan seperti aktor atau aktris tersebut dan juga merasakan bagaimana rasanya pada saat sang aktor atau aktris kena tembak. Hati-hati juga buat yang nonton disebelah penonton tipe ini, karena tegangnya dia bisa kesurupan dan memegang erat-erat atau meninju penonton disebelahnya itu.
Nah setelah nyimak tipe-tipe diatas ini, termasuk tipe penonton bioskop kek gimana sih lo?
Nyebelin atau nyenengin yeh?
Sabtu, 02 Mei 2009
Ngalor Ngidur Aja
Beberapa jam sebelumnya, aktivitas gue selaen napas adalah nonton dvd yang berada di rak tercinta(lihat posting gue sebelumnya mengenai "Rak Koleksi DVD Buluk Gue")
Sempet ngantuk dan melek lagi ketika ada sms dari seseorang masuk kemudian ngantuk lagi..(sempet kepikiran mau ambil batang korek api buat ngeganjel ni mata tapi ga jadi)
Setelah sempet ngucapin gud nite n mornin sama "SeseorangYangMembuatkuJatuhHati",
gue dengan sukses ngupil pake jari telunjuk(ga penting amat y).
Setelah itu gue cek n ricek Muka Buku(Face book), barangkali ada yang ngirimin apa gitu tapi ternyata nihil(nasib manusia kurang terkenal mungkin gini kali ya).
Fcuk!(kata-kata umpatan gaul)
(bisa juga dibaca Fucuk=Bahasa khek Kembang tahu, huaauahau)
Anyway, pas gue lagi ngebrowse di youtube, gue nemuin video yang cukup lucu dan udah ditonton 97 juta orang dunia nih..
Cek n Ricek thiz out deh...
Charlie bit my finger again!
http://www.youtube.com/watch?v=_OBlgSz8sSM
Adiknya emang lucu, bulet kaya semangka kepalanya, huahahaha...
Hmm..
It's time for bed..
Ngalor Ngidur-nya laen kali gue sambung deh...
Jumat, 01 Mei 2009
Angels Demons
Menurut gue pribadi, pelem yang atu ini kurang kriuk-kriuk(greget) dibandingkan film prekuel "The Da Vinci Code"(mungkin karena ga ada yg makan chitato atau kacang pilus di pelem ini, huahaha...)
Sedikit ulasan tentang film ini dari gue...
Di dalam fim ini kita akan menyaksikan bagaimana Prof. Robert Langdon(Tom hanks) akan kembali memecahkan sebuah misteri yang terjadi di Vatikan.(padahal udah cape dibuli-buli sama oppus dei di "The Da Vinci Code")
Film ini bermula dengan adanya upacara penghormatan atas meninggalnya paus yang terdahulu dan pihak Vatikan dan khalayak umum akan menunggu munculnya Paus baru yang akan menggantikannya. Di masa penantian itu tiba-tiba muncul ke permukaan bahwa adanya organisasi kuno yang sangat kuat yang dikenal sebagai kelompok “Illuminati” berusaha mengacaukan Gereja Katolik di Roma. Organisasi ini memang terkenal sering mengacaukan berbagai aliran kuat di berbagai belahan dunia. Sementara itu, di Itali terdapat sebuah lembaga riset yang sedang meneliti sebuah energi alternatif masa depan yang disebut “Antimateri”. Mereka berhasil menemukan energi luar biasa tersebut, namun pada saat itu pula terjadi pembunuhan seorang ilmuwan senior di lab rahasia dan energi tersebut dicuri dan jatuh ke tangan pihak lain yang tak bertanggung jawab. Disinyalir dari para penemu bahwa energi tersebut dapat menimbulkan suatu efek negatif yaitu menjadi sebuah senjata pemusnah massal berupa bom waktu. Hal ini tersiar sampai ke Vatikan dan membuat pihak Garda Swiss menjadi panik dan berusaha melindungi Vatikan dari ancaman besar yang akan terjadi.
Eng ing eng...
Prof. Robert Langdon dan seorang ilmuwan perempuan bernama Vittoria Vetra (Ayelet zurer, cantik lho yang maen) yang ikut serta sebagai anggota riset “Antimateri” dimintai bantuannya oleh pihak Vatikan melalui Garda Swiss untuk memecahkan misteri demi misteri, sebuah rencana rahasia yang saling berkaitan dan berhubungan dengan hilangnya “Antimateri” serta rencana gangguan yang diciptakan dari pada organisasi “Illuminati” tersebut.(panjangg ga tuh?!) Langdon dan Vetra saling bekerjasama menelusuri kapel-kapel dan berusaha memecahkan misteri simbol-simbol kuno Vatikan yang berusia kurang lebih 400 tahun yang menjadi kunci untuk menyelamatkan Kapel-kapel di Vatikan dari kehancuran.
Bagaimana bentuk teror yang diciptakan oleh pihak “Illuminati” dan apa hubungannya dengan Bom waktu yang hilang serta pelantikan Paus yang baru?
Penasaran n mau tahu? Spoiler ga ya..hmm...Lu tonton aja di bioskop pas tanggal 15 mei, hehehe...
Tagline dari Pelem ini:
"The Holiest event of our time. Perfect for their return."
Bomnya dahsyat juga pas meleduknya, untung gue ga disono, wakwakwawka....